Memanfatkan Buah Kelapa Sebagai Komoditas Ekspor

Kelapa banyak terdapat di negara-negara Asia dan Pasifik yang menghasilkan 5.276.000 ton (82%) produksi dunia dengan luas ± 8.875.000 ha (1984) yang meliputi 12 negara, sedangkan sisanya oleh negara di Afrika dan Amerika Selatan. Indonesia merupakan negara perkelapaan terluas (3.334.000 ha tahun 1990) yang tersebar di Riau, Jateng, Jabar, Jatim, Jambi, Aceh, Sumut, Sulut, NTT, Sulteng, Sulsel dan Maluku dengan produksi yaitu sebesar 2.346.000 ton, atau bisa dikatakan setiap daerah di Indonesia memiliki pohon kelapa dan setiap anda melangkah atau berpergian ke satu daerah sudah pasti dalam perjalanan anda menemukan pohon kelapa atau dengan kata lain pohon kelapa sangat mudah didapatkan di Indonesia tapi produksi dibawah Philipina (2.472.000 ton dengan areal 3.112.000 ha).

Pohon Kelapa

Pada tahun 2000, luas areal tanaman kelapa di Indonesia mencapai 3,76 juta Ha, dengan total produksi diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa, yang sebagian besar (95 persen) merupakan perkebunan rakyat.

Lantas apa yang ada dalam benak kita bila bila melihat pohon kelapa? Mungkin sebagian besar orang membayangkan daging kelapa dan airnya sebagai penghilang dahaga. Tapi pernahkah anda membayangkan bila kelapa memiliki nilai komersil yang cukup baik dipasaran Internasional? Tahukan anda bukan hanya daging kelapa untuk bahan baku kopra & tepung kelapa (desiccated coconut) saja yang memiliki nilai jual ekspor, bahkan limbahnya pun adalah komoditas ekspor yang banyak dicari pembeli luar negeri.

Lantas mengapa kita tidak memanfaatkannya? Selain memiliki nilai komersil juga bahan baku yang berlimpah dan mudah didapat sehingga dapat menjaga kestabilan supplai kepada pihak pembeli dan yang paling penting langsung menyentuh masyarakat.

Kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk seperti:

  1. Kopra (copra) salah satunya sebagai bahan baku minyak kelapa dan ternyata permintaan dari luar negeri sangat tinggi bahkan satu kali permintaan oleh salah seorang pembeli saja bisa mencapai 2000 MT (Metric Ton) dalam bentuk curah (bulk) minimumnya sih 30 MT. Tujuan ekspor kopra ini dalam jumlah besar kebanyakan ke India, Bangladesh dan Pakistan serta Srilangka.
  2. Desiccated Coconut (kelapa parut dikeringkan) yaitu daging kelapa yang dikeringkan dan dihaluskan dan diproses secara higenis untuk konsumsi manusia (human consumption) ataupun hewan (animal feed) tergantung kandungan lemaknya (fat) dan kehalusannya. Tujuan ekspor komoditas ini Iran, UAE, Arab Saudi, India, Turki, Lebanon, Pakistan, India, Singapore dll.
  3. Arang Tempurung Kelapa (Coconut Shell Charcoal) dengan tujuan ekspor China, Korea Selatan, Bahrain, India, Canada dll
  4. Sabut Kelapa (Coco Fiber) dengan tujuan ekspor ke China dan Korea Selatan serta India. Fungsi dari coco fiber adalah untuk bahan baku industri karpet, jok dan dashboard kendaraan, kasur, bantal, dan hardboard. Serat sabut kelapa juga dimanfaatkan untuk pengendalian erosi. Serat sabut kelapa diproses untuk dijadikan Coir Fiber Sheet yang digunakan untuk lapisan kursi mobil, Spring Bed dan lain-lain.
  5. Serbuk Sabut Kelapa (Coco Dust) untuk dinding peredam suara, kayu partikel, media tanam, matras, jok mobil, dan pelapis tempat tidur pegas, komposit plastik & komposit karet dll. Coco dust ini adalah serbuk yang diperoleh dari proses permesinan atau proses produksi sabut kelapa. Tujuan ekspor antara lain Malaysia, China dan Korea Selatan.
  6. Nata De Coco & Kecap dimana bahan bakunya berasal dari air kelapa dan memiliki nilai ekspor dengan tujuan Singapore, beberapa neagra Timur Tengah, Eropa dan Amerika.
  7. Lidi (Broom Stick), berasal dari daun pohon kelapa dengan tujuan pasar potensial ke Pakistan dan beberapa negara Eropa.

 

Dari keterangan di atas dapat ditaruk kesimpulan bahwa kelapa tidak lagi dianggap enteng dan bukan barang yang tidak memiliki nilai jual kepasaran Internasional. Selain itu bahan bakunya yang berlimpah memudahkan kita untuk memproduksinya menjadi nilai jual dan yang terpenting dapat langsung menyentuh masyarakat luas. Jadi para pengusaha selayaknya mempertimbangkan untuk berinvestasi dipengolahan produk kelapa.

(Global Trade Networking Team)

7 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Andhika berkata,

    Januari 31, 2008 @ 7:05 pm

    Dear Global Trade Networks

    Informasinya sangat membantu, tolong infokan terus komoditas lainnya ya sekalian daftar pembelinya . . .

    Thanks

  2. 2

    Ikatan Pemuda Kaway 16 berkata,

    April 10, 2008 @ 12:21 pm

    Saya memiliki pabrik pengolahan serabut dan tempurung kelapa yang lumayan besar, hanya saja kami sekarang sedag mencari pembeli yang bisa langsung eksport…
    Kalau bisa kita dapat list perusahaan yang berminat membeli hasil produksi kami.

  3. 3

    Prima Dony berkata,

    April 28, 2008 @ 12:15 am

    maaf, saya tanya berapa harga kelapa di daerah jakarta dan sekitarnya? saya bisa menyediakan kelapa dari sumatra barat. bagaimana santan yg dibuat agar tahan lama? apa nama pengawetnya. tks

  4. 4

    sabbat raharjo berkata,

    Mei 6, 2008 @ 10:55 am

    saya mencari daun nilam kering/basah . apabila rekan - rekan berkecimpung di bisnis ini bisa hubungi saya di 081 394868634

  5. 5

    nash berkata,

    Juni 19, 2008 @ 12:38 pm

    Terima kasih atas informasinya karena kebetulan saya ada di daerah penghasil kelapa, mohon infonya mengenai daftar pembeli produk tsb atau mungkin perusahaan2 di Indonesia yang sudah berhasil dlm bidang tsb. Terima kasih

  6. 6

    dewi syukriah berkata,

    Juni 29, 2008 @ 2:07 pm

    saudara prima dony, saya ada niat untuk ekspor kelapa ke luar negri sebanyak 10 ton. apakah bisa mengirimkan informasi kepada saya melalui email : dewisyukriah@yahoo.com.
    saya butuh informasi harga, tipe dan juga gambar
    terima kasih

  7. 7

    Bpk.Medio berkata,

    Juli 2, 2008 @ 2:57 pm

    Dear Iktan pmuda Kway..

    Please info alamat kontak anda bsrta pabrik ke:
    vladimir.medio@yahoo.com

    Kami tertarik utk kerjasama dg anda.

    Thx.

RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda